Ni Made Vina Ekadayanthi ^14 Maret 1995^

Minggu, 13 November 2011

My Dream ^,^



MY DREAM

Hari ini aku dan keluargaku pergi ke kota, kami sekeluarga pindah rumah karena ayahku mendapat tugas di kota Surabaya.
“Ma, kita berangkat jam berapa?”
“Sebentar lagi.” kata ibu yang tersenyum kepada Rina.
“Rin, nanti di Surabaya setelah lulus kuliah, kamu bisa cari Sekolah Perawat.” orang tua Rina memang menginginkan Rina menjadi seorang perawat dan  menjadi seorang perawat memang impian Rina.
“Tapi sekolah perawat itukan butuh biaya yang tinggi, Ma?”
“Rin, soal biaya kamu nggak usah khawatir, papa dan mama akan berusaha menanggungnya.Kamu adalah anak ibu  satu-satunya ,belajar yang giat ya !”
“Baik, Ma..aku janji.” dengan semangat Rina menjawabnya.

Diperjalanan.
“Pa, apa di Surabaya kita sudah punya rumah?” tanya Rina antusias.
“Sudah, papa sudah mencari rumah kontrakan, nanti kita bisa tinggal disana.”
Saat mobil ayah melaju kencang tiba-tiba ada truk melintas di depan mobil.
“Papa…a.a.awasss.!!!!! 
Brakkkkkkkkkkk…
Setelah aku sadar badanku terasa sakit semua dan penuh luka, ku lihat papa dan mama tidak bergerak .
“Papa, mama banguuun.! Jangan tinggalin Rina sendiri.” Rina menangis di samping tubuh kedua orang tuanya yang tidak bernyawa lagi.
Orang-orang datang memberi pertolongan.

Satu Minggu telah berlalu, kedua orang tua Rina sudah dimakamkan, hari itu Rina tinggal di rumah yang sudah dikontrak ayahnya. Hari-hari Rina  terasa sepi dan diselimuti duka.
“Papa, mama aku berjanji akan giat belajar dan mewujudkan cita-cita yang aku inginkan dan membanggakan kalian.” ucap Rina dalam hatinya.
Setahun sudah berlalu papa maam pergi tapi ada Indra yang selalu menemaniku .Indra adalah sahabat baikku di Surabaya, dia satu sekolah denganku saat aku sepi dia selalu menghiburku.
“Rin …luluss sekolah kamu mau jadi seorang perawat ya?” tanya Indra.
“Ia…sich, menjadi perawat adalah impianku.Tapi aku tidak punya uang untuk masuk sekolah perawat.mungkin aku akan bekerja dulu agar bisa sekolah di sana.” jawab Rina.
“Dukung aku yia, Ndra !” Rina tersenyum manis kepada Indra. “Sekarang adalah hari peringatan kematian orang tuaku antar aku sampai di makam ya?”

Sesampainya di makam
“Papa, mama aku rindu dengan kalian, aku akan berusaha mencapai cita-cita yang sudah aku impikan dari kecil. Doakan aku dari sana , aku akan selalu mendoakan kalian.” air mata Rina membasahi pipinya.
Tanpa sadar Rina menangis dipelukkan Indra.

Tak terasa sekarang hari kelulusan siswa Universitas.
“Rin ..kamu lulus nggak…?” tanya Indra.
“Lulus donk.” Rina tersenyum lebar.
“Kalo kamu..Ndra?” tanya Rina penasaran.
“Aku juga lulus. Aku ingin jadi Arsitek ,dukung aku ya, Rin?”
Rina mengangugkan kepalanya dengan senyum manisnya yang khas.
Senin ini adalah pendaftaran terakhir masuk perawat, Rina masih ragu dengan dirinya ,Rina bingung karena uang yang dia punya tidak cukup.
“Lho, kok masih di rumah,kamu ndak mendaftar masuk perawat?” Indra melihat Rina yang sedang menghitung tabungannya.
“Itu di masalahnya Ndra.” Rina tertunduk lesu.
“Aku tau kok Rin ,uang kamu ndak cukup untuk membayar kan? Jangan karena uang kamu patah semangat, kamu harus tetap sekolah di sana, bisa dibayar setengah dulu , nanti siapa tahu ada beasiswa yang biasa membantu kamu.”
“Iya juga ya, Ndra.” Rina bergegas pergi.
“Semangat ya!” teriak  Indra.

“Ternyata benar kata Indra,karena uang kita tidak boleh patah semangat.” Rina tersenyum mengingat kata-kata Indra.
Waktu berjalan begitu cepat, ternyata sudah satu bulan Rina tinggal di asrama perawat. Jelas saja Rina tidak bisa bertemu dengan Indra.
Ketika praktek Ibu Hesti memanggil Rina beliau adalah pimpinan di Sekolah Perawat.
“Rina kamu bayar biaya masuk baru setengah kan?” tanya Ibu Hesti.
“Iya bu, nanti kalau saya udah lulus saya akan membayarnya.”
“Nggak usah Rin.” Kata Bu Hesti.
“Lho kok nggak usah dibayar, kenapa..? Rina terkejut mendengarnya.
“Selamat ya Rin kamu dapat beasiswa.” Bu Hesti tersenyum.
“Ha,…yang bener  Bu?” Rina masih merasa tak percaya.
“Bu beasiswa dari siapa?”
“Dari seseorang yang sangat baik,dan peduli sama kamu.”
“Siapa ya…?” Rina berpikir.
          “Haah.. enggak usah dipikirin, sekarang aku harus bersyukur pada tuhan apa yang telah dia berikan ,itu adalah yang terbaik bagiku.”

Keesokan harinya saat melihat ke luar jendela kamar,tiba-tiba ada Indra nongol di pintu gerbang .
“Rina apa kabar keluar donk!!!” teriak Indra.
“Indra jangan teriak-teriak!” Rina kesal.
“Rin…aku kangen sama kamu.”
“Aku juga.. tapi sekarang kamu pergi aja ya? Nanti pimpinan tahu aku keluar, bisa gawat entar.”
“Nggak mau aku mau lihat kamu terus.”
“Iiih… Indra aku masuk ya..lihat aja aku terus sampai matamu bonar, aku pergi.” Rina tertawa geli melihat raut wajah Indra.

    Nggak terasa suda tiga tahun Rina di asrama sekarang adalah pelepasan siswa yang berhasil lulus menjadi                                                                                                perawat, Rina sangat deg-degan dan tidak menyangka dia dinyatakan lulus..
Suatu hari Rian janjian di restoran dengan Indra.
“Rin aku mau ngomong sama kamu.” raut wajah Indra sangat tegang.
“Apaan Ndra?” tanya Rina penasaran.
“Gini Rin, kamu mau nggak jadi pacarku.?” wajah indra semakin memerah.
“A..a…jadi pacarmu? Yang bener aja,kamu, Ndra?” Rina sangaa terkejut mendengarnya.
“Ini beneran Rin, aku suka sama kamu,aku ingin kita lebih dari sekedar sahabat, kamu tinggal jawab , kamu suka aku apa nggak?” Indra menatap mata Rina dalam-dalam seakan-akan mencari jawaban.
“Aku nggak bisa jawab sekarang.”
 “Oh, iya aku mau tanya kira-kira siapa ya ..yang ngasih aku beasiswa?” Rina masih penasaran.
“Kamu tau siapa orangnya? Dia ada di depanmu.” jawab Indra.
“Apa..?  Jadi kamu orangnya. Bohong… dapat uang dari mana segitu banyaknya?” Rina gag percaya.
“Nggak percaya…enggak apa deh..setelah ini kita kerumah ku yuk?” ajak Indra.
 “Ke mana ke kostmu, Ndra?”
“Enggak, kita ke rumah asliku.”

Di rumah Indra,
“Waah..aku nggak nyangka ternyata kamu orang kaya, rumahmu besar sekali .Aku kira kamu kayak aku, ternyata benar kamu yang bayarin sekolahku?” Rina akhirnya percaya.
“Iya.. aku lakuin itu agar kamu berhasil.” sambil memberikan Rina segelas air.
“Tapi ,Ndra aku akan balikin uang itu.”
“Nggak usah Rin.”
“Kenapa…?” tanya Rina
“Maksudku kamu nggak perlu balikin dengan uang.”
“Terus dengan apa?”
“Dengan Cinta.”
“Apa?” Rina terkejut.
“Rin, kamu tidak usah jawab sekarang ,aku tau kamu masih bingung.”

Setelah lama berlalu Rina baru sadar bahwa Indra selalu ada disaat Rina kebingungan dan Rina juga suka dengannya.
Sabtu malam Indra dating ke rumah Rina.
“Rin.. apa kamu udah bisa jawab?” tanya Indra penasaran.
“Iya Ndra, aku juga sayang kamu ,aku mau jadi pacarmu.”
“Haa.. yang benar?” Indra benar-benar merasa semua seperti mimpi.
“Ndra aku ndak punya siapa-siapa ,tolong jangan tinggalkan aku ya?”
“Iya Rin ,aku janji akan menyayangimu dan mencintaimu selalu.” Indra memeluk Rina.
“Terima kasih Ndra , besok antar aku ke pemakaman ya.”

Di pemakaman.
“Papa, mama aku sudah berhasil menjadi seorang perawat, terma kasih mama papa atas doanya di sini aku selalu merindukan kalian.”
“Suster Rina kita pulang yuk..” goda Indra
“I..ih ..Indra..Ayo pak arsitek he..he..” Rina tertawa.
Cita-cita yang menjadi impianku selama ini sudah terwujud , terima kasih Tuhan aku akan menjalani hidup lebih semangat lagi dan melupakan masa laluku yang buruk, terima kasih semuanya. Inilah kisahku sampai jumpa di kisah berikutnya


                                                                            TAMAT

Jumat, 11 November 2011

Tips Merawat Rambut yang Benar


 
Rambut itu ibarat mahkota bagi wanita. Setiap wanita pasti ingin mempunyai rambut yang indah. Namun karena perawatan yang salah malah bisa mengakibatkan kerusakan rambut. Berbagai masalah rambut seperti ketombe, rambut rontok, rambut kaku, rambut kusut, rambut bercabang, serta beberapa masalah rambut lainnya bisa diatasi dengan cara merawat rambut yang benar.

Berikut ini adalah beberapa tips cara merawat rambut yang benar berdasarkan jenis rambut kita :

1. Rambut berminyak
Gunakan shampoo dan conditioner yang ringan. Jangan menyisir rambut terlalu sering. Jangan pula memegang rambut terlalu sering karena akan membuat rambut jadi mudah kotor. Jenis sisir yang kita gunakan adalah sisir dengan gigi yang jarang. Hindari penggunaan sisir yang rapat ataupun sisir yang berbentuk sikat.

2. Rambut kering dan rusak
Gunakan conditioner yang mengandung pelembab. Hindari proses pewarnaan dan pengeritingan. Pada saat keramas, pijat dan gosok kulit kepala dengan lembut

3. Rambut kombinasi (kulit kepala berminyak tetapi kondisi ujung rambut kering)
Gunakan shampoo hanya kulit kepala dan conditioner hanya pada ujung rambut. Untuk menghindari ujung rambut bercabang, lakukan pengguntingan ujung rambut setiap 6 minggu. Selain itu, gunakan sisir bergigi jarang dan hindari sisir yang berbentuk sikat.

4. Rambut rontok
hindari menyisir terlalu keras serta jangan terlalu sering mencuci rambut

5. Rambut dengan ketombe
Gunakan shampoo anti ketombe sesering mungkin dan segera hentikan saat ketombe mulai berkurang. Hindari menggaruk kulit kepala untuk mencegah infeksi. Segera konsultasi ke dokter apabila setelah pemakaian shampoo anti ketombe dalam 2 minggu tidak ada perubahan atau bahkan kulit kepala malah terasa sakit, gatal, atau meradang


Selain melakukan perawat sesuai degan jenis rambut seperti diatas, kita juga harus menjaga asupan gizi makanan yang kita konsumsi. Selain itu bila kita merasa rambut kita kurang sehat, kita bisa memotong pendek rambut kita sambil melakukan perawatan sampai rambut kita pulih kembali.